Our Services

Dua lini kerja dengan satu metode yang sama, yaitu riset berlandaskan psikometrik tentang bagaimana orang menilai, mempercayai, dan dibentuk oleh AI.

Untuk perusahaan

Behavioral AI Data

Kami mengukur bagaimana pengguna Anda benar-benar menilai, mempercayai, dan mengandalkan sistem AI Anda, bukan sekadar berapa banyak yang memakainya. Menggunakan instrumen yang berlandaskan psikometrik (Human Judgment Measurement), kami mengukur enam domain, yaitu Perceived AI Characteristics, Perceived Agency, Human Judgment, Emotional Response, Calibrated Trust, dan Behavioral Reliance.

Pertanyaan yang Kami Jawab

  • •Apakah pengguna Anda mempercayai AI pada tingkat yang tepat, atau justru terlalu percaya, atau terlalu skeptis?
  • •Faktor psikologis apa yang mendorong pengguna sampai menggunakan AI Anda?
  • •Bagaimana penilaian terhadap AI berbeda berdasarkan usia, identitas, atau karakteristik sosial lainnya?

Cocok Untuk

  • •Perusahaan dengan chatbot atau asisten AI customer-facing, seperti bank/fintech, e-commerce, telko, dan startup AI lokal
  • •Perusahaan yang menggunakan AI untuk keputusan berisiko tinggi, seperti credit scoring, klaim asuransi, dan screening HR-tech
  • •Penyedia platform AI enterprise yang men-deploy solusi ke klien pemerintah maupun korporat

Alur Kerja

01

Sesi Diskusi Awal

Merumuskan pertanyaan riset dan populasi target dalam 30 menit, tanpa biaya.

02

Desain Instrumen

Instrumen Human Judgment Measurement disesuaikan dengan produk AI dan konteks klien.

03

Pengumpulan Data

Panel responden Indonesia terverifikasi, direkrut sesuai kriteria populasi target.

04

Validasi & Analisis

Reliabilitas, validitas konstruk, dan pemodelan struktural sebelum temuan diinterpretasikan.

05

Laporan

Interpretasi naratif yang dapat ditindaklanjuti, dilengkapi lampiran teknis reliabilitas.

Untuk institusi

Society, Politics & AI Research

Riset akademik-terapan pada persinggungan masyarakat, politik, dan kecerdasan buatan di Indonesia, mencakup topik sosial (kepercayaan, kohesi sosial, identitas, perilaku kolektif) maupun politik (legitimasi institusi, polarisasi, opini publik, tata kelola) yang bersentuhan dengan isu AI. Instrumen dan desain riset disesuaikan per proyek sesuai kebutuhan klien, bukan satu instrumen tunggal untuk semua topik.

Pertanyaan yang Kami Jawab

  • •Bagaimana publik mempersepsikan kebijakan dan regulasi AI?
  • •Apakah kehadiran AI memengaruhi kepercayaan terhadap institusi?
  • •Bagaimana AI berperan dalam polarisasi dan kohesi sosial?

Cocok Untuk

Lembaga pemerintah, lembaga donor demokrasi, think tank, dan universitas.

Output

Laporan kebijakan, policy brief, dan publikasi akademik. Contoh studi yang sedang berjalan: “When AI Enters Politics”, meneliti bagaimana kepercayaan publik, legitimasi institusi, dan polarisasi politik bergeser seiring masuknya kecerdasan buatan ke institusi politik Indonesia.